ISTILAH
KEDOKTERAN:
Penyakit menular (Communicable
diseases) : adalah penyakit infeksi yang
dapat dari orang atau hewan sakit, dari rervior ataupun dari benda-benda yang
mengandung bibit penyakit lainnya ke manusia yang sehat.
·
Penyakit infeksi : adalah penyakit yang disebabkan oleh sudatu bibit penyakit sperti
: Bakteri, virus, jamur, cacing dan lain-lainnya.
·
Infeksi : adalah masuknya disertai pertumbuhan dan perkembang
biakan sesuatu bibit pentakit didalam tubuh manusia atau hewan sehingga timbul
gejala-gejala penyakit.
·
Kontaminasi : adalah pengotoran permukaan tubuh atau benda-benda oleh sesuatu bibit
penyakit.
·
Desinfeksi : adalah tindakan untuk membunuh bibit penyakit yang
berada di luar tubuh.
·
Isolasi : adalah pemisahan penderita penyakit infeksi dari orang-orang sehat di
sekitarnya untuk menghindari terjdinya penularan.
·
Karantina : adalah pembatasan kebebasan seseorang yang diduga telah tertular sesuatu
penyakit karanthina, selama masa inkubasi penyakit karantina yang diduga.
Bilaselma dalam pengawasan ini ia benar-benar menderita penyakit karantina yang
diduga, ia kemudian akan diisolasikan. Bilasetelah lewat masa inkubasi, ia
tetap sehat akan dibebaskan kembali.
·
Tindakan karantina : adalah tindakan-tindakan yang dilakukan
untuk menolak masuknya dan mencegah keluarnya penyakit-penyakit kearantina
melalui alat-alat hubungan lalu lintas seperti : kapal laut, peasawat udara.
·
Masa Inkubasi ( masa tunas)
: adalah waktu antara masuknya suatu bibit penyakit kedalam tubuh sampai
yimbulnya gejala-gejala penyakit.
·
Hospes (Host : Tuan Rumah) : adalah manusia atau hewan
yang ditumpangi sesuatu parasit.
·
Parasit : adalah oerganisme (mahkluk hidup) yang hidupnya menumpang pada mahkluk hidup lain dan merugikan mahluk hidup yang
ditumpanginnya.
·
Carrier (Pembawa) : adalah oarang yang membawa suatu bibit
penyakit, tapi ia sendiri tidak menunjukan gejal-gejal sakit.
·
Reservoir : adalah manusia, hewan atau benda-benda yang merupakan tempat berkembang
biaknya bibit penyakit sehingga merupakan sumber penularan.
·
Vektor (Transmitter) : adalah hewan yang merupakan
pemindahan bibit penyakit sehingga terjadi penularan.
·
Epidemi (Wabah) : adalah penyebaran suatu penyakit secara cepat sehingga dalam
waktu yang bersamaan atau secara bergiliran banyak orang menderita penyakit
yang sama.
·
Pandemi : adalah epidemi yang menyerang seluruh dunia.
·
Endemi : adalah berkecamuknya sesuatu penyakitr infeksi yang terus menerus terdapat di suatu daerah
mengenai segolongan penduduk.
·
Epizootie : adalah epidemi pada binatang.
·
Virulensi : adalah ukuran keganasan suatu bibit penyakit untuk
menimbulkanpenyakit.
·
Bakteri pathogen : adalah bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.
·
EDEMA : Pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan cairan pada jaringan tubuh.
·
EFEK SAMPING (Side Effect) : Daya kerja atau efek obat (atau vaksin) yang tidak
diharapkan. Istilah ini biasanya berhubungan dengan dampak buruk seperti sakit
kepala, ruam, atau kerusakan hati.
·
ELEKTROLIT (Electrolyte) : Zat mineral yang sangat penting
untuk fungsi tubuh normal. Elektrolit sering hilang waktu muntah-muntah atau diare.
·
ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) : Tes
laboratorium yang sangat peka untuk menentukan ada/tiadanya antibodi terhadap HIV dalam
darah atau cairan tubuh lain.
·
EMBOLI (Embolism) : Penyumbatan pembuluh darah oleh benda
asing (mis. bekuan darah, udara).
·
EPIDEMI (Epidemic) : Menyebarnya penyakit pada banyak orang.
·
EPIDEMIOLOGI (Epidemiology) : Ilmu yang mempelajari epidemi.
·
EPITEL (Epithelium) : Lapisan (termasuk kulit) yang
melindungi organ tubuh luar dan dalam, termasuk pembuluh darah.
·
ETIOLOGI (Etiology) : Ilmu tentang penyebab penyakit.
·
FARMAKOKINETIK (Pharmacokinetik) : Ilmu yang mempelajari
bagaimana obat diserap dan disebarkan di seluruh tubuh
·
FARMAKOLOGI (Pharmacology) : Ilmu yang mempelajari segala
sesuatu tentang obat, terutama dampaknya pada tubuh.
·
FIBROSIS : Kerusakan hati ditandai oleh jaringan
hati berserat. Lihat Sirosis.
·
FORMULASI (Formulation) : Bentuk fisik obat, mis. tablet,
kapsul, sirop, krim, suntikan.
·
GEJALA (Symptom) : Keadaan atau keluhan yang menyertai
infeksi atau penyakit.
·
GENERALISATA (Generalized) : Penyebaran sangat luas.
·
GENERIK (Generic) : Obat yang mempunyai kandungan aktif yang
sama dengan obat merek dalam hal takaran, keamanan, kekuatan, bagaimana
dipakai, mutu, kinerja dan penggunaan.
·
GENOTIPE (Genotype) : Ciri-ciri fisik yang tidak tampak
dari luar, khususnya yang bersangkutan dengan susunan genetika, sebagai akibat evolusi
biologi pada organisme. Cara melaksanakan tes resistansi,
dengan melihat kode genetik virus untuk
menentukan apakah ada mutasi yang diketahui
menimbulkan resistansi.
·
HEMATOLOGI (Hematology) : Ilmu yang mempelajari hal darah.
·
HEMATOKRIT (Hematocrit) : Mengukur persentase volume darah yang diambil oleh sel darah
merah.
·
HEMOGLOBIN (HB) : Protein dalam sel darah merah yang membawa
oksigen ke sel di seluruh tubuh.
·
HEPATITIS : Radang hati akibat virus
atau alasan lain.
·
HIPOGLISEMIA (Hypoglycemia) : Tingkat gula yang rendah di
dalam darah.
·
HIPOKSEMIA (Hypoxemia) : Tingkat oksigen dalam darah yang
rendah.
·
HISTOLOGIS (Histological) : Berhubungan dengan jaringan tubuh. Terkait HCV,
perbaikan histologis berarti perbaikan pada jaringan hati, dengan penurunan
pada radang atau fibrosis dalam perbandingan
dengan biopsi sebelumnya.
·
INSOMNIA : Kelainan/kesulitan tudur.
·
INSULIN : Hormon yang mengatur
metabolisme karbohidrat.
·
INTERAKSI (Interaction) : Dampak yang dapat terjadi bila
satu obat dipakai bersamaan dengan obat lain atau dengan makanan tertentu, atau
dengan jamu/suplemen/narkoba.
·
JARINGAN (Tissue) : Satu kumpulan sel yang sejenis yang
bertindak bersama-sama untuk mengerjakan fungsi tertentu. Ada empat jaringan dasar di dalam tubuh, yakni epitelium,
sendi penyambung, otot dan saraf.
·
KANDIDA (Candida): Jamur yang menyerupai ragi dapat
menyebabkan infeksi pada manusia.
· KANDIDIASIS (Candidiasis)
: Infeksi akibat jamur dari keluarga Kandida,
umumnya Candida albicans.
TERMINOLOGI
MEDIS BAGIAN-BAGIAN TUBUH HEWAN
Terminologi patologi veteriner
Patologi (Indonesia); pathologia
(Y), pathos: penyakit, logos: ilmu) : ilmu tentang penyakit.
Patogenesis (Indonesia);
pathogenesis (Y): perkembangan yang progresif dari suatu proses penyakit; sejak
mulai timbulnya lesi sampai berakhirnya penyakit tersebut.
Lesi: Abnormalitas di dalam sel,
jaringan, atau organ yang ditimbulkan oleh penyakit
Diagnosis (Y): penentuan jenis
penyakit (pengenalan penyakit) yang di derita oleh pasien (hewan); kesimpulan
yang dibuat oleh drh berdasarkan pemeriksaan fisik atau laboratorik tertentu
(misalnya patologik, mikrobiologik, parasitologik)
Diagnosis patologik: penentuan jenis
penyakit berdasarkan pemeriksaan patologik
Biopsi: pengambilan contoh jaringan
(secara bedah) dari hewan hidup untuk kepentingan pemeriksaan patologik
(histopatologik)
Nekropsi (seksi, otopsi, bedah
bangkai, pemeriksaan pascamati): pemeriksaan secara makropatologik pada bangkai
hewan untuk menentukan sebab-sebab kematian atau sebab-sebab penyakit pada
seekor/sekelompok hewan sehingga dapat dilakukan tindakan penanggulangan
penyakit.
Trauma (kerusakan, kelukaan):
kerusakan pada jaringan yang disebabkan oleh benturan fisik yang mendadak
sehingga mengakibatkan sobeknya jaringan-jaringan tertentu
Hemorrhagik: keluarnya darah dari
sistem kardiovaskular
Degenerasi: gangguan morfologik dan
fungsional pada sel, jaringan atau organ yang bersifat reversibel
Nekrosis: gangguan morfologik dan
fungsional pada sel, jaringan atau organ yang bersifat permanen
Edema: timbunan cairan ekstraselular
yang berlebihan di dalam ruang cairan interstitial (diluar kompartemen cairan
pembuluh darah dan kompartemen cairan selular). Contoh: edema pulmonum
Radang: reaksi suatu jaringan hidup
terhadap lesi tertentu, yang mencakup perubahan-perubahan pada pembuluh darah
terminal, darah, dan jaringan ikat untuk mengeliminasi penyebab lesi dan
menambal kerusakan jaringan
Nama radang pada berbagai
jaringan/organ:
Nama jaringan/organ + akhiran –itis.
Contoh: hepar; radang hepar: hepatitis
Neoplasia (tumbuh ganda, tumor):
suatu jaringan abnormal yang tumbuh terus-menerus melampaui dan tidak
terkoordinasi dengan pola pertumbuhan jaringan normal, dan bersifat permanen
walaupun penyebabnya telah dihilangkan
Tumor (arti kata): kebengkakan pada
jaringan (massa)
Cancer (kanker) (arti kata): tumor
ganas
Nama tumbuh ganda pada berbagai
jaringan/organ:
Neoplasma dapat bersifat tenang
(benigna) atau ganas (malignan)
Tumbuh ganda tenang pada jaringan
mesenchymal: jaringan asal + akhiran –oma; ganas: jaringan asal + sarcoma.
Contoh: tumbuh ganda tenang pada fibroblas – fibroma; ganas: fibrosarcoma
Tumbuh ganda tenang pada endothel:
jaringan asal + oma; ganas: jaringan asal + sarcoma. Contoh: tenang:
hemangiona;
ganas: hemangiosarcoma
Tumbuh ganda tenang pada epithel:
jaringan asal + adenoma; ganas: jaringan asal + carcinoma. Contoh: papilloma
(tenang); squamous cell carcinoma (ganas)
Terminologi diagnosis fisik
Diagnosis: penentuan jenis penyakit
yang di derita oleh hewan
Auskultasi: pemeriksaan dengan cara
mendengarkan bunyi yang timbul dalam tubuh hewan (misalnya cor, pulmo). Alat
yang digunakan adalah stethoscope
Percusi (periksa ketuk): cara
pemeriksaan dengan ketukan jari atau alat khusus (hewan) pada dinding rongga tubuh
hewan agar dari bunyi yang diperoleh dapat ditentukan keadaan organ tertentu.
Misalnya: pulmo
Palpasi (periksa raba): pemeriksaan
dengan cara meraba organ tertentu
Prognosis: ramalan dari akhir suatu
penyakit.
Prognosis fausta: baik; dubius:
ragu-ragu; infausta: buruk
Terminologi pengobatan (therapeutik)
Pengobatan preventif: pengobatan
dengan tujuan pencegahan penyakit
Pengobatan kuratif: pengobatan
dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit
Resep (aturan pengobatan): petunjuk
untuk membuat dan menggunakan obat
Antibiotik: suatu produk yang
dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu yang dapat membunuh atau menghambat
mikroorganisme lain
Dosis: takaran obat yang diberikan
dalam suatu pengobatan tetentu
Antibiotik spektrum sempit (khusus):
jenis antiobiotik yang hanya dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri
golongan tertentu. Misalnya bakteri gram negatif atau gram positif
Antibiotik spektrum luas: jenis
antibiotik yang dapat membunuh atau menghambat bakteri gram negatif dan positif
Antibiotik yang bersifat
bakterisidal: jenis antibiotik yang dapat membunuh jenis bakteri tertentu
Antibiotik yang bersifat
bakteriostatik: jenis antibiotik yang hanya dapat menghambat pertumbuhan
bakteri tertentu
TERMINOLOGI
SISTEM TUBUH HEWAN
1.Dasar-dasar Terminologi Medis
Veteriner
Facies (L): muka; wajah; permukaan
Hemi (Y): setengah
Hetero (Y): berlainan; tidak sama
Homo (Y): sama
Hyper (Y): di atas
Hypo (Y): di bawah
Inter (L): antara
Intra (L): dalam
Par atau Para (Y): di samping; berdekatan
Peri (Y): sekitar; melingkari
Post (L): setelah
Prae (L): di muka; sebelum
Retro (L): ke belakang
Sub (L): di bawah; hampir
Facies (L): muka, wajah; permukaan
2.Terminologi Berdasarkan
Sistema Tubuh Hewan
Systema musculo-skeletale
Systema circulatio
Systema respiratoria
Systema digestio
Systema hormonal (Ing)
Systema urogenitalia
Systema nervosus
Systema integumentum
Terminologi pada berbagai systema tersebut diatas dapat dipelajari pada NOMINA
ANATOMICA VETERINARIA, third edition, 1983. International Committee on
Veterinary Gross Anatomical Nomenclature, Ithaca, New York
Terminologi Systema
Musculo-skeletale
Myologia (Y): ilmu tentang otot
Musculus (L): otot
Fascia (L): selaput otot; jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyalut otot
Osteologia (Y): ilmu tulang;
pengetahuan tentang struktur, bentuk, dan pertumbuhan tulang
Skeletale (Y): rangka
Os (L, tunggal); ossa (L, jamak): tulang
Cranium (Y): tengkorak
Cavum cranii (L): rongga tengkorak
Foramen (L): lubang
Sinus (L): rongga
Os nasale (L): tulang hidung
Cavum nasi (L): rongga hidung
Maxilla (L): rahang atas
Mandibula (L): rahang bawah
Columna vertebralis (L): tulang punggung
Vertebra (L): ruas tulang punggung; vertebrae cervicales: ruas-ruas tulang
leher
Thorax (Y); dada, bagian dada
Cavum thoracis (Y): rongga dada
Sternum (Y): tulang dada
Costa (L); tulang rusuk
Tulang-tulang pada kaki depan (extremitas anterior, L):
Scapula (L): tulang belikat
Clavicula (L): tulang selangka
Humerus (L): tulang lengan (kaki depan) atas
Radius (L): tulang pengumpil lengan (kaki depan) bawah
Ulna (L): pengumpil
Ossa carpi (L): tulang-tulang pergelangan tangan (kaki depan)
Ossa metacarpalia (Y): tulang-tulang tapak tangan (kaki depan)
Ossa digitorum manus (L): tulang-tulang jari tangan (kaki depan)
Os coxa (L): tulang pinggang
Os ilium (Y): tulang usus
Os ischii (Y): tulang duduk
Os pubis (L): tulang di daerah alat genital
Pelvis (L): pinggul
Tulang-tulang pada kaki belakang (Extremitas posterior):
Os femoris, femoralis (femur) (L): tulang paha
Patella (L): tempurung lutut
Skeleton cruris (L): tulang kaki bagian bawah:
Tibia (L): tulang kering
Fibula (L): tulang kempol (tungkai bawah bagian luar)
Ossa tarsi (Y): tulang-tulang pergelangan kaki (belakang)
Ossa metatarsalia (Y): tulang-tulang telapak kaki (belakang)
Ossa digitorum pedis (L): tulang-tulang jari kaki (belakang)
Articululatio (sinonim, articulus, L): persendian
Terminologi systema circulatio
Pericardium (Y): kantong jantung
Cor (L): jantung
Myocardium (Y): dinding otot jantung
Endocardium (Y): lapisan dalam dari jantung
Atrium (L): serambi jantung
Ventriculus (L): kamar (bilik) jantung (yang berhubungan dengan jantung)
Aorta (Y): batang nadi, pangkal nadi yang berasal dari bilik kiri jantung
Arteria (Y): pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke alat-alat tubuh
(nadi)
Vena (L): pembuluh darah balik
Nodus lymphaticus (L): kelenjar lymphe
Lien (L): limpa
Thymus (Y): kelenjar limfoid
Terminologi Systema Respiratoria
Nares (L): lubang hidung
Larynx (Y): pangkal tenggorok
Trachea (L): tenggorok
Bronchi (Y): percabangan tenggorok
Pulmo (L): paru
Cavum thoracalis (Y): rongga dada
Pleura (Y): selaput dada
Terminologi Systema Urogenitalia
Organa urinaria (Y): organ yang ada hubungannya dengan urine
Ren (L): ginjal
Ureter (Y); pipa urine dari ginjal ke kandung kemih (saluran urine sekunder)
Vesica urinaria (L): kandung kemih
Organ genital jantan:
Testis (L): buah zakar
Epididymis (Y): anak buah zakar
Prostata (L): kelenjar pembuat cairan (“getah”) di sekitar bagian atas saluran
kandung kemih
Organ genital jantan external:
Penis (L): alat kelamin luar hewan jantan (zakar)
Urethra masculina (Y): pipa urine dari kandung kemih ke saluran urogenitalis
(jantan)
Scrotum (L): kantong testes
Organ genitalia betina:
Ovarium (L): indung telur
Uterus (L): rahim
Vagina (L): liang senggama
Vulva (L): kanal urogenital hewan (mammalia) betina
Urethra feminina (Y): pipa urine dari kandung kemih ke saluran urogenitalis
(betina)
Terminologi Systema Digestoria
Cavum oris (L): rongga mulut
Dentis (L): gigi
Lingua (L): lidah
Pharynx (Y): tekak, saluran yang terletak antara rongga mulut dan kerongkongan
Saluran pencernaan:
Oesophagus (Y): kerongkongan
Ventriculus (L): lambung
Lambung depan pada ruminantia terdiri atas:
Rumen, reticulum, dan omasum
Rumen (L): lambung pertama
Reticulum(L): perut jala
Omasum (L): perut kitab
Abomasum(L): perut kelenjar (ruminantia)
Intestinum tenue (L): usus halus, terdiri dari:
Duodenum (L): usus dua belas jari
Jejunum (L): usus kosong
Ileum (L): ujung usus halus
Intestinum crassum (L): usus besar, terdiri dari:
Caecum (L): usus buntu
Colon (Y): usus berkelok-kelok
Rectum (L): poros usus, ujung usus besar sampai ke anus
Anus (L): dubur, mulut poros usus
Hepar (Y): hati
Vesica fellea (L): kandung empedu
Pancreas (Y): kelenjar ludah perut
Terminologi Systema nervosus
Sistema syaraf pusat:
Encephalon (Y): otak
Cerebrum (L): otak besar
Cerebellum (L): otak kecil
Meninges (Y); selaput otak
Sistema syaraf tepi
Nervi craniales (L): syaraf di
daerah kepala
Nervi spinales (L): syaraf di daerah
tulang punggung
Ganglion (Y): simpul syaraf
Terminologi systema hormonal
Glandula endocrinae (L):
kelenjar yang menghasilkan sekretum (“getah”, cairan) yang langsung masuk darah
atau limfe (sekresi internal).
Glandula thyreoidea (L): kelenjar
gondok
Glandula parathyroidea (L); kelenjar
anak gondok
Glandula pituitaria (hypophysis)
(L): kelenjar endokrin yang terdapat di dasar otak
Glandula adrenalis (suprarenalis)
(L): kelenjar anak ginjal
Pancreas (Y): kelenjar ludah perut
Terminologi systema integumentum
Integumentum (L): kulit
Cutis (L): kulit
Epidermis (Y): kulit ari
Dermis (L): kulit jangat, lapisan
kulit antara epidermis dan jaringan subcutis
Tela subcutanea (L): jaringan ikat
di bawah kulit
Panniculus adiposus (L): lapisan
lemak pada kulit
Glandula sudorifera (L): kelenjar
keringat
Glandula sebacea (L): kelenjar
lemak, kelenjar pengoles
Glandula ceruminosa (L): kelenjar
penghasil cerumen (substansi yang terdapat dalam telinga luar)
KONSEP
PENJABARAN TERMINOLOGI MEDIS VETERINER
Maret 28, 2011 Kata-kata Dasar
Istilah Medis Veteriner
a. Untuk menunjukkan arah:
Medianus (L): di tengah-tengah
Sagittalis (sagitta, L: anak panah):
penampang memanjang sejajar dengan dataran median
Medialis (L): terletak ditengah;
terletak menghadap ketengah
Intermedius (L): terletak di
tengah-tengah; terletak diantaranya
Lateralis (L): berhubungan dengan
sisi; termasuk bagian sisi atau kearah sisi
Cranialis (L): berhubungan dengan
kepala; termasuk kepala; letaknya kearah kepala
Caudalis (cauda, L:ekor):
berhubungan dengan ekor; termasuk ekor; terletak di arah ekor
Anterior (L): terletak lebih ke
depan; kata yang berlawanan: posterior
Rostralis (L): kearah rostrum (L,
paruh); bagian paling depan dari kepala; Sinonim: cranialis; lawan kata:
caudalis
Posterior (L): terletak lebih
kebelakang; lawan kata: anterior
Dorsalis (L): termasuk punggung;
kearah punggung; terletak di sisi punggung
Ventralis (L): berhubungan dengan
perut; termasuk perut; terletak ke arah perut
Superior (L): lebih tinggi; lebih di atas
Inferior (L): paling bawah
Internus (L): bagian dalam
Externus (L): terletak di sebelah
luar; di luar; untuk di luar
Dexter (L): sebelah kanan; kanan;
terletak di bagian kanan
Sinister (L): sebelah kiri; kiri;
terletak di bagian kiri
Longitudinalis (longitudo, L:
panjangnya): bergandengan dengan panjangnya
Transversus (L): berjalan melintang
Superficialis (L): terletak pada
permukaan
Profundus (L): dalam
Proximalis (L): terletak di dekat
pangkal/bagian basis
Distalis (L): menjauh dari
pangkal/bagian basis
Peripheri (Y): sisi luar; bagian
tepi
Centralis (Y) (centrum, L: pusat):
terletak di tengah-tengah; pusat
b. Cara Membaca Istilah Medis
Veteriner
Awalan dan akhiran dengan huruf –
ae: dibaca – e
Huruf – c yang di dahului huruf
hidup pada umumnya dibaca – k; kecuali beberapa kata, misalnya sebaceus dibaca
– s
Huruf-c diawal kata dibaca – k
Jika terdapat dua huruf c yang
terpisah pada suatu kata, maka huruf –c yang pertama dibaca –s dan huruf c
kedua dibaca –k. Contoh: caecum
Cara penulisan model Amerika: -ae
ditulis –e. Contoh: caecum ditulis sebagai cecum
2. Awalan dan Akhiran dalam istilah
Medis Veteriner
Awalan:
a (Y); tidak; bukan; tanpa
ab (L): dari; menjauhi
ad (L): dekat; ke
de (L): dari; di bawah;
menghilangkan sesuatu
e (L): tidak; tanpa; ke luar; lepas
Akhiran yang menunjukkan tunggal
atau jamak:
-a: tunggal. Contoh: costa
-ae: jamak. Contoh: costae
-is: tunggal. Contoh: testis
-es: jamak. Contoh: testes. Dapat
juga –e: jamak. Contoh: os nasale
-um: tunggal. Contoh: caecum
-a: jamak. Contoh: caeca
-us: tunggal. Contoh: bronchus
- i : jamak. Contoh: bronchi
3. Bentuk-bentuk Kombinasi dalam
Istilah Medis veteriner
Bervariasi:
Huruf – akhir pada istilah pertama
diganti huruf –o, kemudian di gabung dengan istilah kedua. Contoh: trachea dan
bronchi; jika di gabung akan menjadi: tracheo-bronchi
Variasi lain: dorsalis dan
ventralis; jika digabung akan menjadi: dorso-ventralis
Variasi lain: ileum dan caecum; jika
digabung akan menjadi: ileo-caecalis
Variasi lain: adenoma dan carcinoma;
jika digabung akan menjadi: adeno-carcinoma
Ciri
preparat Histologi Veteriner
Sistem digestoria
1. Lingua/lidah:
-Tunika muskularis berupa otot
skelet
-dilapisi oleh epithel squamous
stratifikatum
-terdapat papillae lingualis dan
gemmagustatoria
2. Oesophagus:
-Pada lamina propria ditemukan nodus
lympaticus, Vasa darah, limfe dan saraf
-tunika muscularis terdiri dari otot
polos dan terkadang ditemukan otot skelet/campuran
-tunika serosa stersusun atas
jaringan ikat longgar
3. Gastrium:
-lambung kelenjar
-tunika mukosa tersusun atas otot
polos berlapis yang tak jelas
-tunika serosa tersusun atas
jaringan ikat longgar
4. Rumen:
-lamina propria bersifat
non-glanduler dan tidak memiliki nodus lymphaticus
-tunika muskularis tersusun dari
otot polos
5. Retikulum:
-disebut perut jala
-pada pilika primer di tunika mukosa
terdapat otot polos
-tunika muskularis terdiri dari otot
polos
6. Omasum:
-pilika primer berbentuk lembaran
(perut kitab)
-lamina epithel terdiri dari epithel
squamous komplek keratinisasi
-lamina muskularis mukosa membentuk
lapisan otot polos ganda
7. Abomasum (sama dengan gastrium):
-lambung kelenjar
-tunika mukosa tersusun atas otot
polos yang tersusun berlapis tak jelas
-tunika serosa tersusun atas
jaringan ikat longgar
8. Duodenum:
-Plika dan vili yang tinggi, tumpul
dan lebar
-lamina propria berupa jaringan ikat
longgar
-terdapat glandula bruneri
9. Jejenum:
-vilinya langsing dan relative kecil
10. Ileum:
-Sel piala banyak ditemukan
-vili berbentuk tongkat
-tidak ditemukan plika
11. Kaekum:
-vili makin menurun
12. Rectum:
-hampir mirip dengan colon
13. Intestinum crasum:
-tidak ada vili
-banyak glandula
-sel piala makin banyak
Hati, pankreas, glandula salivalis
14. Hati:
-terdapat sel hepatosit dan sel
kupffer
-lobus hepar berbentuk poligonal
-di tengah lobus terdapat vena
centralis
15. Pankreas:
-sel epithel glandula berbentuk
konus/piramidal
-pulau langerhans tercat terang
- mirip glandula parotis
16. Glandula saliva:
-terbagi menjadi mayor dan minor
-terdapat glandula
Sistem respiratorius
17. Trachea:
-lamina propria terdiri dari
jaringan ikat elastis
-terdapat glandula trachealis
-tunika adventitia berupa jaringan
ikat longgar
18. Paru-paru:
-dibalut oleh kepala yang terdiri
dari serosa dan subserosa
-mengandung serabut elastis dan
sedikit serabut kolagen
- mempunyai pleura visceralis
19. Bronchus:
-tunika mukosa berupa ephitelium
pseudokompleks bersilia
-lamina propria tersusun jaringan
ikat elastis & nodus lymphaticus
-tunika adventitia berupa jaringan
ikat longgar
Sistem Urinaria
20. Ginjal:
-diliputi oleh kapsula ginjal
-terdiri atas kortek dan medulla
-terdapat glomerolus
21. Vesika urinaria:
-tunika mukosa berupa epithel
transisional
-terdapat sel paying
-tunika serosa berupa jaringan ikat
longgar
Sistem genitalia
22. Testis:
-dibungkus tunika albugenia
-terdapat sel sertoli
-sel interstitial leydig berbentuk
polihidral
23. Epididimis:
-lamina epithel berupa ephitelium
pseudokomplek kolumner
-lamina propria merupakan jaringan
ikat longgar
-lumen epidimis ditemukan
spermatozoa
24. Ductus deferen:
-berupa epithel pseudokomplek
-lamina propria berupa jaringan ikat
areoler
-tunika serosa tipis dan terletak
paling luar
25. Penis:
-terbagi atas radix, corpus,
dan glands penis
-corpus dibungkus oleh tunika
albugenia
-glands penis tertutup oleh
epithelium skuamous komplek
26. Ovarium:
-terdiri dari korteks dan medulla
-pada korteks ditemukan banyak
korteks
-medulla tersusun dari jaringan ikat
longgar
27. Oviduct:
-tidak terdapat glandula
-dari lamina propria hingga sub
mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar
-tunika muskularis berkembang baik
menjadi 3 bagian
28. Uterus:
-glandula epithelnya: epithel
kolumner komplek
-glandula uterina berbentuk tubuler
simplek/bercabag
-perimetrium berupa jaringan ikat
longgar
29. Vagina:
-lamina epithel: epithel squamous
komplek tanpa adanya glandula
-lamina propria terdapat nodus
lymphaticus
-tunika muskularis terdiri dari dua
sampai tiga lapis
30. Glandula mamae:
-banyak sel lemak
-terdapat lobulus dengan batas tidak
jelas
-pada stratum interlobularis
dijumpai serabut kolagen