Minggu, 11 Agustus 2013

ilmu kedokteran hewan

ISTILAH KEDOKTERAN:

Penyakit menular (Communicable diseases) : adalah penyakit infeksi yang dapat dari orang atau hewan sakit, dari rervior ataupun dari benda-benda yang mengandung bibit penyakit lainnya ke manusia yang sehat. 
·  Penyakit infeksi : adalah penyakit yang disebabkan oleh sudatu bibit penyakit sperti : Bakteri, virus, jamur, cacing dan lain-lainnya.
·  Infeksi : adalah masuknya disertai pertumbuhan dan perkembang biakan sesuatu bibit pentakit didalam tubuh manusia atau hewan sehingga timbul gejala-gejala penyakit. 
·  Kontaminasi : adalah pengotoran permukaan tubuh atau benda-benda oleh sesuatu bibit penyakit.
·  Desinfeksi : adalah tindakan untuk membunuh bibit penyakit yang berada di luar tubuh. 
·  Isolasi : adalah pemisahan penderita penyakit infeksi dari orang-orang sehat di sekitarnya untuk menghindari terjdinya penularan. 
·  Karantina : adalah pembatasan kebebasan seseorang yang diduga telah tertular sesuatu penyakit karanthina, selama masa inkubasi penyakit karantina yang diduga. Bilaselma dalam pengawasan ini ia benar-benar menderita penyakit karantina yang diduga, ia kemudian akan diisolasikan. Bilasetelah lewat masa inkubasi, ia tetap sehat akan dibebaskan kembali. 
·  Tindakan karantina : adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menolak masuknya dan mencegah keluarnya penyakit-penyakit kearantina melalui alat-alat hubungan lalu lintas seperti : kapal laut, peasawat udara. 
·  Masa Inkubasi ( masa tunas) : adalah waktu antara masuknya suatu bibit penyakit kedalam tubuh sampai yimbulnya gejala-gejala penyakit.
·  Hospes (Host : Tuan Rumah) : adalah manusia atau hewan yang ditumpangi sesuatu parasit. 
·  Parasit : adalah oerganisme (mahkluk hidup) yang hidupnya menumpang pada mahkluk hidup lain dan merugikan mahluk hidup yang ditumpanginnya.
·  Carrier (Pembawa) : adalah oarang yang membawa suatu bibit penyakit, tapi ia sendiri tidak menunjukan gejal-gejal sakit.
·  Reservoir : adalah manusia, hewan atau benda-benda yang merupakan tempat berkembang biaknya bibit penyakit sehingga merupakan sumber penularan. 
·  Vektor (Transmitter) : adalah hewan yang merupakan pemindahan bibit penyakit sehingga terjadi penularan. 
·  Epidemi (Wabah) : adalah penyebaran suatu penyakit secara cepat sehingga dalam waktu yang bersamaan atau secara bergiliran banyak orang menderita penyakit yang sama. 
·  Pandemi : adalah epidemi yang menyerang seluruh dunia. 
·  Endemi : adalah berkecamuknya sesuatu penyakitr infeksi yang terus menerus terdapat di suatu daerah mengenai segolongan penduduk. 
·  Epizootie : adalah epidemi pada binatang. 
·  Virulensi : adalah ukuran keganasan suatu bibit penyakit untuk menimbulkanpenyakit. 
·  Bakteri pathogen : adalah bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. 
·  EDEMA : Pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan cairan pada jaringan tubuh. 
·  EFEK SAMPING (Side Effect) : Daya kerja atau efek obat (atau vaksin) yang tidak diharapkan. Istilah ini biasanya berhubungan dengan dampak buruk seperti sakit kepala, ruam, atau kerusakan hati. 
·  ELEKTROLIT (Electrolyte) : Zat mineral yang sangat penting untuk fungsi tubuh normal. Elektrolit sering hilang waktu muntah-muntah atau diare. 
·  ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) : Tes laboratorium yang sangat peka untuk menentukan ada/tiadanya antibodi terhadap HIV dalam darah atau cairan tubuh lain. 
·  EMBOLI (Embolism) : Penyumbatan pembuluh darah oleh benda asing (mis. bekuan darah, udara). 
·  EPIDEMI (Epidemic) : Menyebarnya penyakit pada banyak orang. 
·  EPIDEMIOLOGI (Epidemiology) : Ilmu yang mempelajari epidemi. 
·  EPITEL (Epithelium) : Lapisan (termasuk kulit) yang melindungi organ tubuh luar dan dalam, termasuk pembuluh darah. 
·  ETIOLOGI (Etiology) : Ilmu tentang penyebab penyakit. 
·  FARMAKOKINETIK (Pharmacokinetik) : Ilmu yang mempelajari bagaimana obat diserap dan disebarkan di seluruh tubuh 
·  FARMAKOLOGI (Pharmacology) : Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang obat, terutama dampaknya pada tubuh. 
·  FIBROSIS : Kerusakan hati ditandai oleh jaringan hati berserat. Lihat Sirosis. 
·  FORMULASI (Formulation) : Bentuk fisik obat, mis. tablet, kapsul, sirop, krim, suntikan. 
·  GEJALA (Symptom) : Keadaan atau keluhan yang menyertai infeksi atau penyakit. 
·  GENERALISATA (Generalized) : Penyebaran sangat luas. 
·  GENERIK (Generic) : Obat yang mempunyai kandungan aktif yang sama dengan obat merek dalam hal takaran, keamanan, kekuatan, bagaimana dipakai, mutu, kinerja dan penggunaan. 
·  GENOTIPE (Genotype) : Ciri-ciri fisik yang tidak tampak dari luar, khususnya yang bersangkutan dengan susunan genetika, sebagai akibat evolusi biologi pada organisme. Cara melaksanakan tes resistansi, dengan melihat kode genetik virus untuk menentukan apakah ada mutasi yang diketahui menimbulkan resistansi. 
·  HEMATOLOGI (Hematology) : Ilmu yang mempelajari hal darah. 
·  HEMATOKRIT (Hematocrit) : Mengukur persentase volume darah yang diambil oleh sel darah merah. 
·  HEMOGLOBIN (HB) : Protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke sel di seluruh tubuh. 
·  HEPATITIS : Radang hati akibat virus atau alasan lain. 
·  HIPOGLISEMIA (Hypoglycemia) : Tingkat gula yang rendah di dalam darah. 
·  HIPOKSEMIA (Hypoxemia) : Tingkat oksigen dalam darah yang rendah. 
·  HISTOLOGIS (Histological) : Berhubungan dengan jaringan tubuh. Terkait HCV, perbaikan histologis berarti perbaikan pada jaringan hati, dengan penurunan pada radang atau fibrosis dalam perbandingan dengan biopsi sebelumnya. 
·  INSOMNIA : Kelainan/kesulitan tudur. 
·  INSULIN : Hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat. 
·  INTERAKSI (Interaction) : Dampak yang dapat terjadi bila satu obat dipakai bersamaan dengan obat lain atau dengan makanan tertentu, atau dengan jamu/suplemen/narkoba. 
·  JARINGAN (Tissue) : Satu kumpulan sel yang sejenis yang bertindak bersama-sama untuk mengerjakan fungsi tertentu. Ada empat jaringan dasar di dalam tubuh, yakni epitelium, sendi penyambung, otot dan saraf. 
·  KANDIDA (Candida): Jamur yang menyerupai ragi dapat menyebabkan infeksi pada manusia.
·  KANDIDIASIS (Candidiasis) : Infeksi akibat jamur dari keluarga Kandida, umumnya  Candida  albicans.

TERMINOLOGI MEDIS BAGIAN-BAGIAN TUBUH HEWAN
Terminologi patologi veteriner
Patologi (Indonesia); pathologia (Y), pathos: penyakit, logos: ilmu) : ilmu tentang penyakit.
Patogenesis (Indonesia); pathogenesis (Y): perkembangan yang progresif dari suatu proses penyakit; sejak mulai timbulnya lesi sampai berakhirnya penyakit tersebut.
Lesi: Abnormalitas di dalam sel, jaringan, atau organ yang ditimbulkan oleh penyakit
Diagnosis (Y): penentuan jenis penyakit (pengenalan penyakit) yang di derita oleh pasien (hewan); kesimpulan yang dibuat oleh drh berdasarkan pemeriksaan fisik atau laboratorik tertentu (misalnya patologik, mikrobiologik, parasitologik)
Diagnosis patologik: penentuan jenis penyakit berdasarkan pemeriksaan patologik
Biopsi: pengambilan contoh jaringan (secara bedah) dari hewan hidup untuk kepentingan pemeriksaan patologik (histopatologik)
Nekropsi (seksi, otopsi, bedah bangkai, pemeriksaan pascamati): pemeriksaan secara makropatologik pada bangkai hewan untuk menentukan sebab-sebab kematian atau sebab-sebab penyakit pada seekor/sekelompok hewan sehingga dapat dilakukan tindakan penanggulangan penyakit.

Trauma (kerusakan, kelukaan): kerusakan pada jaringan yang disebabkan oleh benturan fisik yang mendadak sehingga mengakibatkan sobeknya jaringan-jaringan tertentu
Hemorrhagik: keluarnya darah dari sistem kardiovaskular
Degenerasi: gangguan morfologik dan fungsional pada sel, jaringan atau organ yang bersifat reversibel
Nekrosis: gangguan morfologik dan fungsional pada sel, jaringan atau organ yang bersifat permanen
Edema: timbunan cairan ekstraselular yang berlebihan di dalam ruang cairan interstitial (diluar kompartemen cairan pembuluh darah dan kompartemen cairan selular). Contoh: edema pulmonum
Radang: reaksi suatu jaringan hidup terhadap lesi tertentu, yang mencakup perubahan-perubahan pada pembuluh darah terminal, darah, dan jaringan ikat untuk mengeliminasi penyebab lesi dan menambal kerusakan jaringan
Nama radang pada berbagai jaringan/organ:
Nama jaringan/organ + akhiran –itis. Contoh: hepar; radang hepar: hepatitis
Neoplasia (tumbuh ganda, tumor): suatu jaringan abnormal yang tumbuh terus-menerus melampaui dan tidak terkoordinasi dengan pola pertumbuhan jaringan normal, dan bersifat permanen walaupun penyebabnya telah dihilangkan
Tumor (arti kata): kebengkakan pada jaringan (massa)

Cancer (kanker) (arti kata): tumor ganas
Nama tumbuh ganda pada berbagai jaringan/organ:
Neoplasma dapat bersifat tenang (benigna) atau ganas (malignan)
Tumbuh ganda tenang pada jaringan mesenchymal: jaringan asal + akhiran –oma; ganas: jaringan asal + sarcoma. Contoh: tumbuh ganda tenang pada fibroblas – fibroma; ganas: fibrosarcoma
Tumbuh ganda tenang pada endothel: jaringan asal + oma; ganas: jaringan asal + sarcoma. Contoh: tenang: hemangiona;
ganas: hemangiosarcoma
Tumbuh ganda tenang pada epithel: jaringan asal + adenoma; ganas: jaringan asal + carcinoma. Contoh: papilloma (tenang); squamous cell carcinoma (ganas)
Terminologi diagnosis fisik
Diagnosis: penentuan jenis penyakit yang di derita oleh hewan
Auskultasi: pemeriksaan dengan cara mendengarkan bunyi yang timbul dalam tubuh hewan (misalnya cor, pulmo). Alat yang digunakan adalah stethoscope
Percusi (periksa ketuk): cara pemeriksaan dengan ketukan jari atau alat khusus (hewan) pada dinding rongga tubuh hewan agar dari bunyi yang diperoleh dapat ditentukan keadaan organ tertentu. Misalnya: pulmo
Palpasi (periksa raba): pemeriksaan dengan cara meraba organ tertentu
Prognosis: ramalan dari akhir suatu penyakit.
Prognosis fausta: baik; dubius: ragu-ragu;  infausta: buruk
Terminologi pengobatan (therapeutik)
Pengobatan preventif: pengobatan dengan tujuan pencegahan penyakit
Pengobatan kuratif: pengobatan dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit
Resep (aturan pengobatan): petunjuk untuk membuat dan menggunakan obat
Antibiotik: suatu produk yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu yang dapat membunuh atau menghambat mikroorganisme lain
Dosis: takaran obat yang diberikan dalam suatu pengobatan tetentu
Antibiotik spektrum sempit (khusus): jenis antiobiotik yang hanya dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri golongan tertentu. Misalnya bakteri gram negatif atau gram positif
Antibiotik spektrum luas: jenis antibiotik yang dapat membunuh atau menghambat bakteri gram negatif dan positif
Antibiotik yang bersifat bakterisidal: jenis antibiotik yang dapat membunuh jenis bakteri tertentu
Antibiotik yang bersifat bakteriostatik: jenis antibiotik yang hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu

TERMINOLOGI SISTEM TUBUH HEWAN
1.Dasar-dasar Terminologi Medis Veteriner
Facies (L): muka; wajah; permukaan
Hemi (Y): setengah
Hetero (Y): berlainan; tidak sama
Homo (Y): sama
Hyper (Y): di atas
Hypo (Y): di bawah
Inter (L): antara
Intra (L): dalam
Par atau Para (Y): di samping; berdekatan
Peri (Y): sekitar; melingkari
Post (L): setelah
Prae (L): di muka; sebelum
Retro (L): ke belakang
Sub (L): di bawah; hampir
Facies (L): muka, wajah; permukaan
2.Terminologi Berdasarkan
Sistema Tubuh Hewan
Systema musculo-skeletale
Systema circulatio
Systema respiratoria
Systema digestio
Systema hormonal (Ing)
Systema urogenitalia
Systema nervosus
Systema integumentum
Terminologi pada berbagai systema tersebut diatas dapat dipelajari pada NOMINA ANATOMICA VETERINARIA, third edition, 1983. International Committee on Veterinary Gross Anatomical Nomenclature, Ithaca, New York
Terminologi Systema Musculo-skeletale
Myologia (Y): ilmu tentang otot
Musculus (L): otot
Fascia (L): selaput otot; jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyalut otot

Osteologia (Y): ilmu tulang; pengetahuan tentang struktur, bentuk, dan pertumbuhan tulang
Skeletale (Y): rangka
Os (L, tunggal); ossa (L, jamak): tulang
Cranium (Y): tengkorak
Cavum cranii (L): rongga tengkorak
Foramen (L): lubang
Sinus (L): rongga
Os nasale (L): tulang hidung
Cavum nasi (L): rongga hidung
Maxilla (L): rahang atas
Mandibula (L): rahang bawah
Columna vertebralis (L): tulang punggung
Vertebra (L): ruas tulang punggung; vertebrae cervicales: ruas-ruas tulang leher
Thorax (Y); dada, bagian dada
Cavum thoracis (Y): rongga dada
Sternum (Y): tulang dada
Costa (L); tulang rusuk
Tulang-tulang pada kaki depan (extremitas anterior, L):
Scapula (L): tulang belikat
Clavicula (L): tulang selangka
Humerus (L): tulang lengan (kaki depan) atas
Radius (L): tulang pengumpil lengan (kaki depan) bawah
Ulna (L): pengumpil
Ossa carpi (L): tulang-tulang pergelangan tangan (kaki depan)
Ossa metacarpalia (Y): tulang-tulang tapak tangan (kaki depan)
Ossa digitorum manus (L): tulang-tulang jari tangan (kaki depan)
Os coxa (L): tulang pinggang
Os ilium (Y): tulang usus
Os ischii (Y): tulang duduk
Os pubis (L): tulang di daerah alat genital
Pelvis (L): pinggul
Tulang-tulang pada kaki belakang (Extremitas posterior):
Os femoris, femoralis (femur) (L): tulang paha

Patella (L): tempurung lutut
Skeleton cruris (L): tulang kaki bagian bawah:
Tibia (L): tulang kering
Fibula (L): tulang kempol (tungkai bawah bagian luar)
Ossa tarsi (Y): tulang-tulang pergelangan kaki (belakang)
Ossa metatarsalia (Y): tulang-tulang telapak kaki (belakang)
Ossa digitorum pedis (L): tulang-tulang jari kaki (belakang)
Articululatio (sinonim, articulus, L): persendian
Terminologi systema circulatio
Pericardium (Y): kantong jantung
Cor (L): jantung
Myocardium (Y): dinding otot jantung
Endocardium (Y): lapisan dalam dari jantung
Atrium (L): serambi jantung
Ventriculus (L): kamar (bilik) jantung (yang berhubungan dengan jantung)
Aorta (Y): batang nadi, pangkal nadi yang berasal dari bilik kiri jantung
Arteria (Y): pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke alat-alat tubuh (nadi)
Vena (L): pembuluh darah balik
Nodus lymphaticus (L): kelenjar lymphe
Lien (L): limpa
Thymus (Y): kelenjar limfoid
Terminologi Systema Respiratoria
Nares (L): lubang hidung
Larynx (Y): pangkal tenggorok
Trachea (L): tenggorok
Bronchi (Y): percabangan tenggorok
Pulmo (L): paru
Cavum thoracalis (Y): rongga dada
Pleura (Y): selaput dada
Terminologi Systema Urogenitalia
Organa urinaria (Y): organ yang ada hubungannya dengan urine
Ren (L): ginjal
Ureter (Y); pipa urine dari ginjal ke kandung kemih (saluran urine sekunder)
Vesica urinaria (L): kandung kemih
Organ genital jantan:
Testis (L): buah zakar
Epididymis (Y): anak buah zakar
Prostata (L): kelenjar pembuat cairan (“getah”) di sekitar bagian atas saluran kandung kemih
Organ genital jantan external:
Penis (L): alat kelamin luar hewan jantan (zakar)
Urethra masculina (Y): pipa urine dari kandung kemih ke saluran urogenitalis (jantan)
Scrotum (L): kantong testes
Organ genitalia betina:
Ovarium (L): indung telur
Uterus (L): rahim
Vagina (L): liang senggama
Vulva (L): kanal urogenital hewan (mammalia) betina
Urethra feminina (Y): pipa urine dari kandung kemih ke saluran urogenitalis (betina)
Terminologi Systema Digestoria
Cavum oris (L): rongga mulut
Dentis (L): gigi
Lingua (L): lidah
Pharynx (Y): tekak, saluran yang terletak antara rongga mulut dan kerongkongan
Saluran pencernaan:
Oesophagus (Y): kerongkongan
Ventriculus (L): lambung
Lambung depan pada ruminantia terdiri atas:
Rumen, reticulum, dan omasum
Rumen (L): lambung pertama
Reticulum(L): perut jala
Omasum (L): perut kitab
Abomasum(L): perut kelenjar (ruminantia)
Intestinum tenue (L): usus halus, terdiri dari:
Duodenum (L): usus dua belas jari
Jejunum (L): usus kosong

Ileum (L): ujung usus halus
Intestinum crassum (L): usus besar, terdiri dari:
Caecum (L): usus buntu
Colon (Y): usus berkelok-kelok
Rectum (L): poros usus, ujung usus besar sampai ke anus
Anus (L): dubur, mulut poros usus
Hepar (Y): hati
Vesica fellea (L): kandung empedu
Pancreas (Y): kelenjar ludah perut
Terminologi Systema nervosus
Sistema syaraf pusat:
Encephalon (Y): otak
Cerebrum (L): otak besar
Cerebellum (L): otak kecil
Meninges (Y); selaput otak
Sistema syaraf tepi
Nervi craniales (L): syaraf di daerah kepala
Nervi spinales (L): syaraf di daerah tulang punggung
Ganglion (Y): simpul syaraf
Terminologi systema hormonal
Glandula  endocrinae (L): kelenjar yang menghasilkan sekretum (“getah”, cairan) yang langsung masuk darah atau limfe (sekresi internal).
Glandula thyreoidea (L): kelenjar gondok
Glandula parathyroidea (L); kelenjar anak gondok
Glandula pituitaria (hypophysis) (L): kelenjar endokrin yang terdapat di dasar otak
Glandula adrenalis (suprarenalis) (L): kelenjar anak ginjal
Pancreas (Y): kelenjar ludah perut
Terminologi systema integumentum
Integumentum (L): kulit
Cutis (L): kulit
Epidermis (Y): kulit ari
Dermis (L): kulit jangat, lapisan kulit antara epidermis dan jaringan subcutis
Tela subcutanea (L): jaringan ikat di bawah kulit
Panniculus adiposus (L): lapisan lemak pada kulit
Glandula sudorifera (L): kelenjar keringat
Glandula sebacea (L): kelenjar lemak, kelenjar pengoles
Glandula ceruminosa (L): kelenjar penghasil cerumen (substansi yang terdapat dalam telinga luar)



KONSEP PENJABARAN TERMINOLOGI MEDIS VETERINER
Maret 28, 2011 Kata-kata Dasar Istilah Medis Veteriner
a. Untuk menunjukkan arah:
Medianus (L): di tengah-tengah
Sagittalis (sagitta, L: anak panah): penampang memanjang sejajar dengan dataran median
Medialis (L): terletak ditengah; terletak menghadap ketengah
Intermedius (L): terletak di tengah-tengah; terletak diantaranya
Lateralis (L): berhubungan dengan sisi; termasuk bagian sisi atau kearah sisi
Cranialis (L): berhubungan dengan kepala; termasuk kepala; letaknya kearah kepala
Caudalis (cauda, L:ekor): berhubungan dengan ekor; termasuk ekor; terletak di arah ekor
Anterior (L): terletak lebih ke depan; kata yang berlawanan: posterior
Rostralis (L): kearah rostrum (L, paruh); bagian paling depan dari kepala; Sinonim: cranialis; lawan kata: caudalis
Posterior (L): terletak lebih kebelakang; lawan kata: anterior
Dorsalis (L): termasuk punggung; kearah punggung; terletak di sisi punggung
Ventralis (L): berhubungan dengan perut; termasuk perut; terletak ke arah perut

Superior (L): lebih tinggi; lebih di atas
Inferior (L): paling bawah
Internus (L): bagian dalam
Externus (L): terletak di sebelah luar; di luar; untuk di luar
Dexter (L): sebelah kanan; kanan; terletak di bagian kanan
Sinister (L): sebelah kiri; kiri; terletak di bagian kiri
Longitudinalis (longitudo, L: panjangnya): bergandengan dengan panjangnya
Transversus (L): berjalan melintang
Superficialis (L): terletak pada permukaan
Profundus (L): dalam
Proximalis (L): terletak di dekat pangkal/bagian basis
Distalis (L): menjauh dari pangkal/bagian basis
Peripheri (Y): sisi luar; bagian tepi
Centralis (Y) (centrum, L: pusat): terletak di tengah-tengah; pusat
b. Cara Membaca Istilah Medis Veteriner
Awalan dan akhiran dengan huruf – ae: dibaca – e

Huruf – c yang di dahului huruf hidup pada umumnya dibaca – k; kecuali beberapa kata, misalnya sebaceus dibaca – s
Huruf-c diawal kata dibaca – k
Jika terdapat dua huruf c yang terpisah pada suatu kata, maka huruf –c yang pertama dibaca –s dan huruf c kedua dibaca –k. Contoh: caecum
Cara penulisan model Amerika: -ae ditulis –e. Contoh: caecum ditulis sebagai cecum
2. Awalan dan Akhiran dalam istilah Medis Veteriner
Awalan:
a (Y); tidak; bukan; tanpa
ab (L): dari; menjauhi
ad (L): dekat; ke
de (L): dari; di bawah; menghilangkan sesuatu
e (L): tidak; tanpa; ke luar; lepas
Akhiran yang menunjukkan tunggal atau jamak:
-a: tunggal. Contoh: costa
-ae: jamak. Contoh: costae
-is: tunggal. Contoh: testis
-es: jamak. Contoh: testes. Dapat juga –e: jamak. Contoh: os nasale
-um: tunggal. Contoh: caecum
-a: jamak. Contoh: caeca
-us: tunggal. Contoh: bronchus
- i : jamak. Contoh: bronchi
3. Bentuk-bentuk Kombinasi dalam Istilah Medis veteriner
Bervariasi:
Huruf – akhir pada istilah pertama diganti huruf –o, kemudian di gabung dengan istilah kedua. Contoh: trachea dan bronchi; jika di gabung akan menjadi: tracheo-bronchi
Variasi lain: dorsalis dan ventralis; jika digabung akan menjadi: dorso-ventralis
Variasi lain: ileum dan caecum; jika digabung akan menjadi: ileo-caecalis
Variasi lain: adenoma dan carcinoma; jika digabung akan menjadi: adeno-carcinoma

Ciri preparat Histologi Veteriner

Sistem digestoria

1. Lingua/lidah:
-Tunika muskularis berupa otot skelet
-dilapisi oleh epithel squamous stratifikatum
-terdapat papillae lingualis dan gemmagustatoria

2. Oesophagus:
-Pada lamina propria ditemukan nodus lympaticus, Vasa darah, limfe dan saraf
-tunika muscularis terdiri dari otot polos dan terkadang ditemukan otot skelet/campuran
-tunika serosa stersusun atas jaringan ikat longgar

3. Gastrium:
-lambung kelenjar
-tunika mukosa tersusun atas otot polos berlapis yang tak jelas
-tunika serosa tersusun atas jaringan ikat longgar

4. Rumen:
-lamina propria bersifat non-glanduler dan tidak memiliki nodus lymphaticus
-tunika muskularis tersusun dari otot polos

5. Retikulum:
-disebut perut jala
-pada pilika primer di tunika mukosa terdapat otot polos
-tunika muskularis terdiri dari otot polos

6. Omasum:
-pilika primer berbentuk lembaran (perut kitab)
-lamina epithel terdiri dari epithel squamous komplek keratinisasi
-lamina muskularis mukosa membentuk lapisan otot polos ganda

7. Abomasum (sama dengan gastrium):
-lambung kelenjar
-tunika mukosa tersusun atas otot polos yang tersusun berlapis tak jelas
-tunika serosa tersusun atas jaringan ikat longgar

8. Duodenum:
-Plika dan vili yang tinggi, tumpul dan lebar
-lamina propria berupa jaringan ikat longgar
-terdapat glandula bruneri

9. Jejenum:
-vilinya langsing dan relative kecil

10. Ileum:
-Sel piala banyak ditemukan
-vili berbentuk tongkat
-tidak ditemukan plika
 
11. Kaekum:
-vili makin menurun
 
12. Rectum:
-hampir mirip dengan colon

13. Intestinum crasum:
-tidak ada vili
-banyak glandula
-sel piala makin banyak 


Hati, pankreas, glandula salivalis

14. Hati:
-terdapat sel hepatosit dan sel kupffer
-lobus hepar berbentuk poligonal
-di tengah lobus terdapat vena centralis

15. Pankreas:
-sel epithel glandula berbentuk konus/piramidal
-pulau langerhans tercat terang
- mirip glandula parotis

16. Glandula saliva:
-terbagi menjadi mayor dan minor
-terdapat glandula

Sistem respiratorius

17. Trachea:
-lamina propria terdiri dari jaringan ikat elastis
-terdapat glandula trachealis
-tunika adventitia berupa jaringan ikat longgar

18. Paru-paru:
-dibalut oleh kepala yang terdiri dari serosa dan subserosa
-mengandung serabut elastis dan sedikit serabut kolagen
- mempunyai pleura visceralis

19. Bronchus:
-tunika mukosa berupa ephitelium pseudokompleks bersilia
-lamina propria tersusun jaringan ikat elastis & nodus lymphaticus
-tunika adventitia berupa jaringan ikat longgar

Sistem Urinaria
 
20. Ginjal:
-diliputi oleh kapsula ginjal
-terdiri atas kortek dan medulla
-terdapat glomerolus

21. Vesika urinaria:
-tunika mukosa berupa epithel transisional
-terdapat sel paying
-tunika serosa berupa jaringan ikat longgar

Sistem genitalia

22. Testis:
-dibungkus tunika albugenia
-terdapat sel sertoli
-sel interstitial leydig berbentuk polihidral


23. Epididimis:
-lamina epithel berupa ephitelium pseudokomplek kolumner
-lamina propria merupakan jaringan ikat longgar
-lumen epidimis ditemukan spermatozoa

24. Ductus deferen:
-berupa epithel pseudokomplek
-lamina propria berupa jaringan ikat areoler
-tunika serosa tipis dan terletak paling luar

25. Penis:
-terbagi atas  radix, corpus, dan glands penis
-corpus dibungkus oleh tunika albugenia
-glands penis tertutup oleh epithelium skuamous komplek

26. Ovarium:
-terdiri dari korteks dan medulla
-pada korteks ditemukan banyak korteks
-medulla tersusun dari jaringan ikat longgar

27. Oviduct:
-tidak terdapat glandula
-dari lamina propria hingga sub mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar
-tunika muskularis berkembang baik menjadi 3 bagian

28. Uterus:
-glandula epithelnya: epithel kolumner komplek
-glandula uterina berbentuk tubuler simplek/bercabag
-perimetrium berupa jaringan ikat longgar

 29. Vagina:
-lamina epithel: epithel squamous komplek tanpa adanya glandula
-lamina propria terdapat nodus lymphaticus
-tunika muskularis terdiri dari dua sampai tiga lapis

30. Glandula mamae:
-banyak sel lemak
-terdapat lobulus dengan batas tidak jelas
-pada stratum interlobularis dijumpai serabut kolagen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar